"Tapi masa depan," balas Rama lagi sambil cengengesan, membuat pipi Alya kembali bersemu merah. "Apa sih, Ram? Kamu sekarang jago banget gombal ya!" "Ibu yang mengajariku." "Ih, kapan?" Rama kembali terkekeh. Saat Alya mulai memotret hidangan, Rama sengaja mengulurkan tangannya, menautkan jemarinya di atas tangan Alya yang satunya. Alhasil, foto itu tampak sangat romantis; hidangan mewah di atas meja menjadi latar bagi kedua tangan yang saling menggenggam erat. "Jangan dihapus ya, Bu. Itu indah sekali," bisik Rama pelan. Alya mengangguk setuju. Saat ia hendak memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, Rama kembali bersuara. "Kita gak foto berdua, Bu?" Alya menoleh, melongo keheranan. Ini pertama kalinya Rama menawarkan diri untuk berfoto bersama. Biasanya, pria itu selalu menolak dengan alasan malu atau tidak percaya diri. Namun sekarang, ia benar-benar bersikap agresif dan penuh percaya diri di hadapan ibu mertua mudanya ini. "Aneh, kenapa nih menantuku?" ejek Alya
続きを読む