Suasana di dalam mobil sepanjang perjalanan terasa dingin dan menekan. Alya beberapa kali melirik ke arah Rama. Pria itu tampak sangat tegang. Tangannya mencengkeram setir begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, rahangnya mengeras, sementara pandangannya lurus ke depan "Mau ke mana sih, Ram?" tanya Alya akhirnya, memecah keheningan. "Ke rumah sakit," jawab Rama singkat dan jujur. Alya mengerutkan dahi, rasa heran mulai menjalar. "Rumah sakit? Siapa yang sakit? Ibu sehat-sehat saja, kamu juga kelihatan segar meski kurang tidur." "Kita harus cek kesehatan, Bu," sahut Rama lagi. Matanya tetap lurus menatap jalanan, tak berani menoleh sedikit pun pada mertuanya. Ada beban berat yang sedang ia pikul sendiri. "Ibu enggak mengerti, Rama. Kenapa tiba-tiba begini?" Rama menghela napas panjang, suaranya memberat. "Nanti akan kuceritakan, Bu. Sekarang kita ke rumah sakit dulu dan langsung periksa. Hidupku belum bisa bernapas lega sebelum tahu hasilnya," jawabnya ju
Read more