"Maaf, maaf, Nona," ucap pria asing itu dengan nada yang dibuat-buat halus, matanya menatap Alya dengan binar kagum yang tak tertutup-tutupi saat ia membantu Alya berdiri. Alya hanya mengangguk singkat, wajahnya yang cantik menampakkan guratan kekesalan yang nyata. Namun, bagi pria mana pun, ekspresi ketus Alya justru membuatnya tampak semakin memikat, awet muda bak anak SMA yang sedang merajuk. "Lain kali hati-hati," jawab Alya dingin sembari merapikan dress-nya yang sedikit kusut akibat tabrakan tadi. "Iya, hehe. Maaf ya, Nona manis," balas pria itu dengan cengiran yang terasa lancang di telinga Alya. Mendengar sebutan itu, Alya mengerutkan kening tak suka, ia memutar bola matanya malas dan bersiap untuk melangkah pergi. Namun, pria itu justru kembali membuka suara dengan nada menggoda. "Nona sendirian? Kalau boleh, saya—" "Ya ampun, Sayang, kamu gak apa-apa?" Suara bariton Rama memotong kalimat pria asing berwajah mesum itu. Rama muncul dengan aura yang begitu dom
Read more