Seoul terbungkus kabut fajar yang berwarna abu-abu, namun di dalam kamar utama kediaman keluarga Han, kegelapan terasa jauh lebih pekat. Han Seonwoo tersentak dari tidurnya dengan napas yang memburu, seolah-olah baru saja ditarik paksa dari dasar samudra yang dalam. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, membasahi bantal sutra yang mahal.Ia mencengkeram dadanya yang berdenyut dan menimbulkan rasa sakit, sebuah rasa sakit yang tajam, seolah ada sebilah belati yang tertinggal di sana, menusuk setiap kali jantungnya berdetak."Winda..."Nama itu lolos dari bibirnya dalam bentuk bisikan parau yang hancur. Ia tidak tahu mengapa ia menyebut nama itu. Ia bahkan tidak yakin apakah itu nama manusia atau hanya sekadar fragmen dari mimpi buruknya.Tadi, dalam tidurnya, ia kembali ke sana. Ke sebuah tempat yang ia tahu itu bukan di Seoul. Ia bisa mendengar suara deburan ombak yang liar menghantam dermaga kayu. Udara terasa panas, lembap, dan dipenuhi aroma bunga melati yang sangat kuat, sebua
Last Updated : 2026-01-24 Read more