Langit di atas pesisir Timur mendadak berubah menjadi abu-abu pekat, seolah-olah semesta sedang bersiap memuntahkan seluruh kemarahannya. Angin laut yang biasanya berembus sejuk kini berubah menjadi pusaran ganas yang menderu, menghantam pepohonan pinus dan mengguncang fondasi gubuk kayu tempat Seonwoo dan Winda berlindung. Suara gemuruh guntur bersahutan di kejauhan, diikuti oleh kilatan petir yang membelah cakrawala, menciptakan suasana yang mencekam sekaligus terisolasi."Winda, masuk! Cepat!" teriak Seonwoo sambil menarik tangan Winda yang baru saja mencoba mengamankan beberapa jemuran di teras kecil mereka.Hujan turun seketika, bukan sebagai rintik, melainkan sebagai air bah yang menghujam bumi. Dalam hitungan detik, tubuh mereka sudah basah kuyup. Seonwoo segera menutup pintu kayu yang berat dan menguncinya, menahan dorongan angin yang mencoba mendobrak masuk. Di dalam, suasana menjadi sangat temaram, hanya cahaya dari lampu minyak yang bergoyang hebat yang menerangi ruangan se
Last Updated : 2026-01-31 Read more