“Dinara…” suara Elang penuh tekanan. Dinara menoleh pada bos-nya, “M-maaf, Pak… filenya salah kirim ke…” lalu ia menoleh pada Andaliman, “... Pak Andaliman.” Semua terkejut, bisik-bisik terdengar samar. “Kamu…” geram Elang. “Maaf, Pak…” Andaliman membuka email-nya, ia tersenyum kecil. “Oh, email ini… Pak Elang jangan khawatir, file ini aman di tangan saya. Saya juga belum membukanya.” Ia mengklik sesuatu di ponselnya, “Nah… saya sudah menghapusnya.” Pria itu mengulurkan ponselnya, “Silahkan kalau mau dicek…” Dinara langsung menghampiri Andaliman mengecek langsung ponsel itu. Ia mengangguk ke arah Elang, lalu dengan cepat menunduk sopan di hadapan Andaliman. “Terima kasih, Pak Dali… maksud saya Pak Andaliman…” Andaliman mengangguk. Rapat pun dilanjutkan, hingga selesai menjelang sore. Kedua perusahaan akhirnya sepakat bekerjasama mulai minggu ini. Tapi bagi Dinara, kesalahan tadi belum selesai. Setelah rapat, ia diminta untuk ke ruangan bosnya. Dan ia sudah bisa menduga
Last Updated : 2026-01-05 Read more