共有

Bab 23

作者: Lyla Veil
last update 公開日: 2026-01-26 11:44:21

Ciuman itu, ciuman yang menuntut. Seakan Elang ingin melahap bibir Dinara. Hingga ia merasa gelagapan. Aksi itu terlalu tiba-tiba, Dinara tak bisa menolak bahkan sulit mendorong tubuh Elang untuk menjauh.

Elang menggigit pelan bibir bawah Dinara sebelum menghentikan ciuman itu. Gerakan selanjutnya semakin membuat Dinara syok. Tubuhnya diangkat, Elang mengangkatnya dengan mudah. Dinara berpegangan pada bahu Elang.

“Pak Elang…” bisiknya.

“Ssshh… hukuman ini supaya kamu tidak mengulanginya…” ujar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 128

    Bobby tidak memperdulikan penolakan itu. Ia justru menekan tubuh Dinara semakin dalam di ranjang, lalu mulai menciumi lehernya dengan penuh hasrat. Rasa muak dan takut bercampur menjadi satu, memicu adrenalin di dalam tubuh Dinara. Di tengah kepanikannya, jemari Dinara meraba-raba nakas di samping tempat tidur. Tangannya menyentuh sebuah lampu tidur tua yang cukup berat. Tanpa berpikir panjang, Dinara mencengkeram badan lampu itu dan mengayunkannya sekuat tenaga ke arah kepala Bobby. Brak! Bobby mengerang kesakitan. Pegangannya terlepas seketika saat ia memegangi kepalanya yang berdenyut hebat. Darah mulai mengalir dari pelipisnya, membasahi sebagian wajahnya. Dinara tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung berguling turun dari ranjang dan berlari kencang menuju pintu kamar. Namun, kepanikannya membuat jemarinya gemetar hebat saat mencoba memutar anak kunci. Pintu itu sangat sulit dibuka. “Sialan kamu, Dinara!” geram Bobby dari atas ranjang, berusaha bangkit berdiri de

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 127

    Andaliman melangkah mendekat, bayangannya menutupi tubuh Dinara di ranjang.“Namaku Bobby Suganda. Aku adalah putra dari Robby Suganda,” ucapnya dengan nada yang bergetar karena kebencian. “Kebetulan saja aku menemukan nama Andaliman di masa lalumu, sebuah ide yang bagus untuk samaranku supaya bisa masuk ke perusahaan Elang tanpa dicurigai. Aku ingin melihat dari dekat, pria macam apa yang sudah menghancurkan hidup ayahku.”Dinara ternganga. Nama Robby Suganda pernah ia dengar dalam selentingan kabar berita lama, seorang mantan konglomerat yang jatuh bangkrut secara tragis.“Kau tahu apa yang dilakukan Elang?” Andaliman yang adalah Bobby tertawa getir. “Dia melakukan hostile takeover. Dia menjebak ayahku dalam kontrak properti yang mustahil, lalu menggoreng saham perusahaan kami hingga nilainya nol. Dalam semalam, seluruh aset keluarga Suganda, termasuk rumah ini beralih ke tangan Elang Adikara. Ayahku kehilangan kewarasannya, Dinara! Dia sekarang mendekam di rumah sakit jiwa karena u

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 126

    “Siapa dia?” desak Andaliman.Dinara tetap bergeming.“Katakan siapa dia!” teriak Andaliman penuh amarah.Dinara tersentak. Ini pertama kalinya ia melihat kemarahan yang begitu hebat meledak dari mata Andaliman. Pria lembut dan ramah yang dulu ia kenal seolah menghilang, berganti dengan sosok asing yang mengerikan. Rasa takut mulai menjalar di sekujur tubuh Dinara.Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Andaliman menyalakan mesin, dan langsung menginjak gas dengan kencang. Mobil itu melesat membelah jalanan, meninggalkan area mall dengan kecepatan yang membahayakan.Mobil itu melesat keluar dari area parkir sebelum Dinara sempat memprotes atau membuka pintu.“Mas, mau ke mana?! Berhenti, Mas!” seru Dinara panik sambil menarik sabuk pengaman dan memasangnya dengan kesulitan.Andaliman tetap diam, mencengkeram kemudi dengan buku jari yang memutih. Ia tidak menghiraukan seruan Dinara. “Mas, berhenti! Bahaya, Mas!” teriak Dinara sembari mencengkeram pegangan di atas pintu mobil. Tubuhnya t

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 125

    “Maaf, Mas...” lirih Dinara, suaranya bergetar menahan beban di dadanya.“Maaf? Kamu pikir semudah itu?” sahut Andaliman di seberang telepon, suaranya meninggi. “Kamu membuatku panik, Dinara! Kamu anggap aku ini apa? Kita sebentar lagi akan menikah!”Kata 'menikah' itu menghantam perasaan Dinara. Rasa bersalahnya pada Andaliman kian menumpuk. Bagaimana ia harus menjelaskan bahwa kini ia sudah sah menjadi istri Elang Adikara, bos mereka sendiri?“Dinara! Aku mau kita bertemu sekarang juga!” desak Andaliman.“Maaf, Mas, tapi aku tidak bisa...” tolak Dinara, berusaha tetap tenang meski jemarinya mendingin.“Kenapa? Kalau begini terus, bagaimana kita bisa menyiapkan pernikahan kita?” tanya Andaliman, emosinya masih meluap. “Kamu di mana sekarang? Biar aku susul.”“Jangan, Mas. Aku masih ada urusan yang tidak bisa ditinggal,” ujar Dinara gugup.“Kapan kamu masuk kantor?” tanya Andaliman lagi, mencoba mencari celah untuk bertemu.“Mas, aku... aku sudah resign.”Dinara tersentak, ia menyadar

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 124

    Dinara menatap deretan layar itu dengan perasaan campur aduk. Ia merasa aman, namun di sisi lain, ia menyadari betapa ketatnya Elang menjaganya atau mungkin, mengurungnya.“Ternyata Pak Elang seserius itu soal keamanan ya?” tanya Dinara sambil menata piring makanan di atas makan.Bastian berdiri dengan sikap tegap, menjaga jarak yang sopan. “Tuan tidak pernah main-main jika sudah menyangkut hal yang berharga baginya, Bu. Tugas saya memastikan tidak ada satu pun debu yang bisa melukai Ibu tanpa seizin beliau.”Dinara tersenyum tipis, lalu menarik kursi dan duduk di meja makan paviliun itu. “Boleh saya bertanya sesuatu, Pak?”“Silakan, Bu. Selama itu dalam kapasitas saya untuk menjawab,” balas Bastian dengan tenang.“Sudah berapa lama Bapak bekerja membantu Pak Elang?” tanya Dinara penasaran.Bastian tidak langsung menjawab, ia tampak menimbang sejenak seberapa banyak informasi yang bisa ia bagikan. Melihat keraguan itu, Dinara mempersilakan, “Silakan duduk dulu, Pak.”Bastian akhirnya

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 123

    “Jangan pikirkan dia,” jawab Elang datar, suaranya berubah dingin begitu nama Karin disebut. Ia merapikan sisa pakaiannya, lalu menatap Dinara yang masih berada di atas ranjang. “Urusan Karin adalah tanggung jawabku. Kamu jangan khawatir.”Tiga hari berlalu seperti mimpi yang terisolasi dari dunia luar. Dinara benar-benar menjalankan perannya sebagai istri dengan sepenuh hati. Menyiapkan keperluan Elang, menemaninya makan, dan memberikan seluruh perhatian yang selama ini Elang dambakan. Namun, masa bulan madu itu harus berakhir. Elang harus kembali ke kantor untuk menghadapi rutinitas lagi.Pagi itu, Dinara membantu Elang memasangkan dasinya. “Mas,” panggil Dinara pelan setelah usai membantu suaminya berpakaian.“Ya?” Elang menunduk, menatap wajah istrinya yang tampak sendu.Dinara menyerahkan sebuah amplop putih pada Elang. “Ini surat pengunduranku. Aku rasa... tidak akan benar jika aku kembali ke kantor sebagai sekretarismu.”Elang menerima amplop itu tanpa terkejut. Ia sudah mendu

  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 52

    Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah gorden, menerpa mata Dinara. Ia mengerang pelan, merasakan kepalanya masih sedikit berat, namun suhu tubuhnya sudah jauh lebih stabil dibandingkan semalam.Refleks, tangan Dinara meraba dahi. Dahinya sudah dingin. Ia langsung menoleh ke arah sofa di sudut

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 43

    Cahaya matahari yang menyelinap di antara celah gorden memaksa Dinara untuk membuka mata. Kepalanya langsung terasa berdenyut, seolah ada ribuan jarum yang menusuk sarafnya. Ia mengerang, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang sambil mencoba mengumpulkan potongan ingatan yang berceceran.“Pesta

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 45

    “Biar saya, Pak Anda, dan Bu Soraya yang survei,” jawab Elang santai.Terdengar langkah kaki dari arah pintu masuk villa. Andaliman muncul dengan senyum lebar, “Pagi semuanya! Wah, ada Bu Karin...” seru Andaliman ceria.Ia berjalan menghampiri sofa di mana Karin dan Elang duduk, lalu dengan sopan

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Candu Pelukan Hangat Bos Dingin    Bab 40

    “Jangan marah-marah,” Dinara terdengar hampir menangis. “Memang saya selalu sial…hmgmh”Ia menarik nafas tajam, tubuhnya menggigil meski keringat membasahi pelipis. “Aduh… panas banget… nggak tahan… saya ingin... dima-suki...”Kalimatnya mulai tidak utuh. Pikirannya berantakan. Dunia terasa berputa

    last update最終更新日 : 2026-03-28
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status