Penyesalan Kaelan mungkin tak sebesar luka yang dirasakan Valeska. Namun cukup besar untuk membuatnya menyusuri setiap jalan, demi membawa pulang adiknya dan membebaskan Elara dari rasa bersalah.Dua bulan telah berlalu, dan Benua Valtherra terasa semakin luas sekaligus memuakkan bagi Kaelan. Sang Putra Mahkota berdiri di puncak tebing berbatu, membiarkan angin malam yang dingin menusuk jubah perangnya. Di bawah sana, puluhan obor prajurit Asterion masih bergerak menyisir lembah. Sebuah pemandangan yang kini justru membuat rahang Kaelan semakin mengeras karena frustrasi.Sebagai panglima yang tak pernah kalah di medan perang, Kaelan terbiasa menaklukkan musuh yang terlihat. Namun, mencari Valeska seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Gadis itu tak meninggalkan jejak sedikitpun. "Paduka," sebuah suara memecah keheningan.Jenderal Rowan mendekat dengan kepala tertunduk, tanda bahwa laporan yang dibawanya sama buruknya dengan hari-hari kemarin."Perbatasan barat hingga wilayah luar
Read more