Lampu gantung kristal di aula utama Istana Asterion berpendar megah, memantulkan cahaya keemasan pada piring-piring perak dan gelas berkilau. Aroma daging panggang berempah dan anggur manis memenuhi udara, berbaur dengan alunan musik dawai yang lembut. Malam itu, seluruh petinggi kerajaan berkumpul untuk merayakan jamuan penyambutan Aldric Varkashan. Namun, bagi sebagian orang, kehangatan di dalam ruangan itu terasa terlalu semu.Di meja utama, Aldric duduk tepat di sebelah Valeska. Pria berambut hitam kebiruan itu telah menanggalkan kemeja kasualnya tadi sore, dan menggantinya dengan jubah beludru hitam berbordir benang emas khas bangsawan Valmorra. Tangan prostetik besinya tersembunyi dengan di bawah sarung tangan kulit hitam yang elegan."Cobalah ini, Sayang. Daging rusa ini dimasak dengan madu hutan Asterion. Kau pasti menyukainya," ucap Valeska manis. Ia memotong seiris kecil daging dan mengarahkannya ke bibir Aldric.Tanpa ragu sedikit pun, Aldric mencondongkan tubuh menerima
Read more