Fenglan pulang ke rumah pagi-pagi sekali saat hari masih gelap, ketika urusan dengan Pangeran Rui telah ia selesaikan. Namun, saat sampai di kamarnya ia tidak melihat keberadaan Muyin, termasuk pula Lu Meng, A Ying, bahkan Lei Jun sendiri belum kembali.Dengan suara lantangnya ia memanggil para pelayan dan seorang kusir memberitahukan kejadian yang menimpa Nyonya Muda Li secara mendadak. Dengan sisa tenaga yang ada, Jenderal Li menaiki kuda untuk mencari di mana keberadaan istrinya. Nyonya Besar Li dan Nyonya Tua yang melihat dari kejauhan hanya bisa menarik napas berat saja.“Akhir-akhir ini kediaman kita ditimpa masalah besar, semoga saja langit berpihak pada kita. Sebab keagungan Keluarga Li dibangun dengan darah dan air mata, bukan dengan korupsi dan menjilat,” ucap Nyonya Tua penuh ketegasan.“Aku akan berdoa di kuil keluarga kita, demi membuka pintu hati para dewa agar bermurah hati pada generasi penerus kita,” sahut Nyonya Besar Li.“Ya, itu jauh lebih baik daripada kerjamu han
Read more