Mojin berjalan dengan cepat dan waspada. Suasana tengah malam di ibu kota terasa sunyi. Sesekali ia melirik ke belakang, merasakan tatapan tajam yang mengikutinya. Punggungnya terasa dingin, firasat buruk mulai merayapi benaknya.'Siapa yang mengikutiku?' Mojin mencengkeram pangkal pedangnya.Tiba-tiba, firasat itu menjadi nyata. Suara pedang ditarik terdengar dari atap rumah-rumah warga.Mojin mendongak cepat. Lima sosok misterius berpakaian serba hitam dan bertopeng menutupi wajah, turun dari atap mendekati dirinya. Mereka bergerak dengan kecepatan luar biasa.'Pasukan elite!' pikir Mojin, ia langsung mencabut pedangnya.Kuda-kuda yang sempurna belum dipasang Mojin, serangan pertama sudah datang. Ia berhasil menangkisnya, tetapi kelima sosok itu mengelilinginya, menyerang dari segala arah secara bersamaan.Mojin bertarung dengan gagah berani, menunjukkan keahliannya sebagai prajurit elite. Namun, ia kalah jumlah. Kelima penyerang itu bergerak bagaikan satu pikiran, saling menutupi k
Read more