"Jenderal, hamba kembali." Suara Han Yu membuat lamunan Li Fenglan seketika buyar. Ia langsung masuk dan memberi hormat.Fenglan menyingkirkan gulungan surat yang tidak jadi dibacanya sejak tadi. "Katakan, Han Yu. Apa umpan mayat di pinggir hutan itu berhasil memancing tikusnya keluar?""Tepat seperti dugaan Jenderal. Beberapa jam setelah mayat-mayat itu kami tinggalkan, sekelompok pria misterius mendatangi pinggiran hutan," kata Han Yu dengan napas yang masih sedikit memburu."Ada empat orang. Dua di antaranya jelas hanya pengawal, tapi ada satu sosok yang menjadi tuan mereka.""Seperti apa?""Pria itu mengenakan jubah gelap dan topi bambu yang dilapisi kain putih tipis sampai menutupi dada. Sangat sulit untuk memastikan wajahnya secara langsung dari jarak pengintaianku yang cukup jauh."Fenglan menyipitkan matanya. "Hanya itu? Ini bukan gayamu dalam bekerja.""Benar, Jenderal," jawab Han Yu setelah mengatur kembali napasnya. "Walaupun wajahnya tertutup rapat, tubuhnya yang jangkung,
Read more