Pendaran cahaya putih mendadak membelah kesunyian ruang kerja.Layar ponselku menyala terang di atas meja kayu eboni. Getaran tunggal merambat menabrak permukaan keras itu. Sebuah notifikasi pesan masuk menembus mode hening.Mataku refleks melirik ke bawah.Nama pengirimnya tercetak jelas dalam huruf kapital.Dewi Hartono.Jantungku berhenti berdetak selama satu detik penuh. Darah di dalam nadiku terasa membeku. Wanita dari masa lalu itu kembali mencari celah untuk masuk ke dalam pusaran perang ini.Tanganku bergerak secepat kilat.Aku menyambar benda pipih itu dan membalikkannya secara kasar. Layar ponsel membentur meja. Bunyi ketukan pelan namun solid terdengar nyaring di ruangan kedap suara ini.Sebuah gerakan refleks yang sangat fatal.Di seberang meja, suara ketikan keyboard langsung terhenti.Arjuna mendongak dari balik layar laptopnya. Mata pekat suamiku langsung mengunci postur tubuhku. Insting predatornya menangkap kecepatan reaksiku dengan presisi absolut."Gerakan yang terl
Read more