Nyonya Vivian menarik kerah baju Rusdi dengan lembut, membuat tubuh mereka menempel sangat rapat. Rusdi bisa merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan hanya karena gairah, tapi juga karena rasa tegang yang luar biasa.Harum parfum mawar dari tubuh Vivian benar-benar memabukkan. Di balik bathrobe yang terbuka itu, gundukan payudara jumbo Vivian yang putih mulus menekan keras ke dada Rusdi, terasa sangat padat dan hangat."Ingat pesanku, Rus. Mulai detik ini, kamu adalah mata-mata Adisty," bisik Vivian tepat di telinga Rusdi.Rusdi menelan ludah, berusaha keras mengendalikan pikirannya yang mulai melantur melihat kemolekan tubuh majikannya. "Saya mengerti, Vi. Tapi, apa saya harus benar-benar memberikan gelang itu kalau dia minta?"Vivian melepaskan pelukannya sedikit, lalu dia berjalan menuju laci kecil di samping tempat tidur. Dia membuka laci itu dan mengambil sebuah kotak beludru merah, kotak perhiasannya yang lain. Saat dia membungkuk, bathrobe sutranya merosot sedikit, memamerk
Last Updated : 2026-02-22 Read more