Suasana romantis di bale-bale itu terpecah oleh suara perut Rusdi yang berbunyi nyaring.Kruuuk...Hana tertawa kecil mendengarnya, lalu menutup mulutnya dengan tangan. Rusdi cuma bisa nyengir sambil mengusap perutnya yang rata tapi kelaparan."Waktunya isi bensin ini mah," canda Rusdi.Tepat saat itu, suara cempreng Bi Inah terdengar dari arah pintu dapur."Rusdi! Hana! Ayo makan dulu! Udah mateng nih sambel terasinya!" teriak Bi Inah.Mendengar kata "sambel terasi", mata Rusdi langsung berbinar. Tanpa dikomando dua kali, mereka berdua langsung turun dari bale-bale dan berjalan cepat menuju teras belakang dapur.Di sana, Bi Inah sudah menggelar tikar pandan sederhana. Menu makan siang hari ini benar-benar selera rakyat: nasi putih hangat yang mengepul, ikan asin goreng kering, sayur asem, tempe goreng, dan tentu saja cobek besar berisi sambal terasi yang merah menggoda."Makan yang banyak, biar kuat kerjanya," kata Bi Inah sambil menyendokkan nasi ke piring Rusdi sampai menggunung."
Terakhir Diperbarui : 2026-01-27 Baca selengkapnya