Hana masih menyembunyikan wajahnya di antara lutut. Bahunya bergetar pelan karena menahan malu. Dia merasa sudah melakukan kesalahan besar di depan orang yang dia kagumi."Mas Rusdi maafin Hana ya," cicit Hana lirih. "Hana mau ke kamar mandi dulu ya Mas. Hana mau cuci celana sama ganti yang baru. Ini udah basah semua, pasti bau pesing bikin Mas Rusdi mual."Hana mulai bergeser ke pinggir kasur, bersiap turun untuk lari ke kamar mandi. Dia merasa kotor dan menjijikkan.Melihat itu, Rusdi langsung panik.'Waduh, jangan sampai dia pergi,' batin Rusdi cepat. 'Barang berharga kayak gitu kok mau dicuci. Itu kan madu murni, sayang banget kalau dibuang.'Dengan sigap, tangan besar Rusdi meraih pergelangan tangan Hana."Tunggu Han, jangan pergi," tahan Rusdi lembut tapi tegas.Hana menoleh dengan wajah memelas. "Tapi Mas ... Hana bau.""Siapa bilang kamu bau?" potong Rusdi cepat. Dia menarik pelan tangan Hana agar gadis itu kembali duduk di hadapannya. "Dengerin Mas ya. Mas ini hidungnya tajam
Terakhir Diperbarui : 2026-01-25 Baca selengkapnya