Anak itu menggembungkan pipinya lalu meniup pelan udara keluar, tingkahnya lucu. “Ayah tidak suka kue. Kalo Kak Nara mau bawakan Ayah, boleh saja. Tapi … apa Om Erik mau traktir Ayah juga?” Zavi meringis, apa yang mereka makan tadi kan sepenuhnya Erik yang bayar. Ditatap begitu membuat Erik berdecak. “Ayahmu seorang bos, hadiah kecil tidak akan berarti apa pun.” Erik bicara begitu enteng, tapi saat melihat ekspresi sedih Anara membuatnya tiba-tiba tak tega dan meralat ucapannya. “Oke, baiklah terserah kalian saja. Pilih mana yang paling enak untuk Rey.” Erik bangkit lebih dulu. Anara tersenyum, dia lalu berbisik pada Zavi. “Kita tidak boleh membuang-buang keberuntungan. Lumayan dapet kue gratis lagi, kalau ayahmu enggak mau, kita bisa makan bareng nanti.” Zavi ikut meringis, dia manggut-manggut, setuju dengan apa yang Anara katakan. Jadi sebelum pulang mereka memilih kue, yang paling enak dan mahal. ****Erik mengantar Anara dan Zavi sampai rumah, bahkan ikut masuk saat dia mel
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya