“Makasih, Pak Rey,” ucap Anara dengan suara tertekan. Dia tidak bisa lagi percaya diri. Respon Rey benar-benar di luar dugaannya. Anara membungkuk, Rey masih menatapnya dengan senyum miring lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Saya permisi, Pak Rey–” Anara menarik diri, niatnya ingin ke kamar karena tidak ada lagi yang perlu dia layani. Tapi saat melewati ruang tengah, dia melihat Kev yang datang. “Hai, Nara, kita bertemu lagi!” sapa Kev dengan senyum antusias. Dia mendekat, membuat Anara yang kepalang basah terlihat harus basa-basi menyapanya. “Pak Kev, cari Pak Rey? Dia sedang makan malam.” “Mmm–” Kev berdiri di hadapan Anara. “Tidak juga, niatnya kalau ada kamu sih, maunya ketemu kamu,” imbuhnya tanpa malu, ucapannya penuh gombal khas playboy. Kev memakai baju casual, wajahnya segar dengan rambut yang dibiarkan tertata agak semrawut, memiliki kesan muda dan natural. Anara tersenyum canggung, dia hendak pamit namun Kev terus berbasa-basi. “Kamu terlihat cantik, bahkan pakaia
Last Updated : 2026-01-02 Read more