Anara semakin berdebar saat berjalan mendekat, dia tersenyum canggung menyapa Erwin. "Selamat sore Kakek Erwin, namaku Anara," ucap Anara yang langsung memperkenalkan diri.Erwin tidak langsung merespon, dia diam untuk memindai Anara dari atas hingga ujung kaki lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kamu memilih wanita yang tepat, Rey. Dia terlihat subur, pasti mudah memberimu keturunan,” kata Erwin lugas, tanpa basa-basi.Kalimat pertama yang Anara dengar dan membuatnya tercengang, bibirnya terbuka dengan mata membulat. Apa yang Erwin katakan tidak salah, Anara memang subur. Buktinya satu kali HB(hubungan badan) dia langsung hamil. Anara berdeham canggung, dia mengusap tengkuknya. "Kakek, sudah punya cucu buyut seperti Zavi. Itu sudah cukup," kata Rey datar. "Hanya satu? Kakek ingin yang banyak. Apa senangnya hanya punya satu cucu sepertimu, Kakek merasa kesepian. Ibumu tidak sibur, dia hanya bisa melahirkan satu bocah bandel sepertimu," sahut Erwin setengah menggerutu. Kakek tu
Last Updated : 2026-01-10 Read more