"Ckk, sialan. Gue jadi deg degan gini. Argghhhh, kenapa sih ada pria semenyebalkan Mas Dav?!" batinnya.Layar masih menyala, suara efek masih menggema, tapi pikirannya tertinggal pada satu hal—ciuman singkat, sepihak, lalu sikap David yang kembali beku seolah tak pernah menyentuhnya. Pria itu duduk tegak. Tatapannya lurus. Tangannya bertumpu di sandaran kursi, berjarak aman dari Bianca. Seolah barusan ia tidak kehilangan kendali barang sedetik pun. Pembohong, dengus Bianca dalam hati. Begitu lampu studio menyala, Bianca berdiri tanpa menunggu. Langkahnya cepat, sengaja meninggalkan David setengah langkah di belakang. Ia tidak suka diperlakukan seperti itu—dipakai sesuka hati, lalu diabaikan. Di lorong bioskop yang lengang, Bianca berhenti mendadak dan berbalik. “Kau selalu begini,” katanya ketus. David berhenti. Wajahnya datar. “Begini bagaimana?” “Selalu melakukan sesuatu seenaknya, lalu bersikap dingin seolah aku ini tidak ada.” Beberapa orang melintas. David refleks meraih
최신 업데이트 : 2026-01-03 더 보기