Bianca berdiri di depan jendela besar kamar tamu. Ya, kamar tamu, bukan kamar utama lagi. Sejak pagi, pelayan rumah itu dengan sopan namun tegas memintanya pindah. “Tuan David memerintahkan demikian, Nyonya.” Kata Nyonya terdengar seperti ejekan. Ia menatap pantulan dirinya di kaca jendela. Gaun rumah sederhana berwarna krem membalut tubuhnya, menutupi setiap bekas semalam yang tak ingin ia ingat. Tapi luka itu bukan hanya di tubuh melainkan jauh lebih dalam, menggerogoti harga dirinya sedikit demi sedikit. Aku bukan istri. Aku hanya tawanan. Ketukan terdengar di pintu. “Masuk,” ucap Bianca datar. Seorang wanita paruh baya masuk membawa map tebal berwarna hitam. Wajahnya kaku, profesional. “Saya Maya, sekretaris pribadi Tuan David. Mulai hari ini, aku yang akan mengatur seluruh kegiatan Anda.” Bianca menoleh. “Seluruh?” Maya meletakkan map itu di meja. “Jadwal, pakaian, acara sosial, wawancara, bahkan unggahan media sosial. Tuan David ingin citra pernikahan ini sem
Last Updated : 2025-12-26 Read more