Lalu ia menambahkan, seolah mengoreksi dirinya sendiri, "Sesulit apapun, kalian harus bisa mencari kelemahan Radiva. Aku tidak mau tahu, cari sampai dapat!"Salah satu anak buah membuka suara. "Profil Radiva bersih, Pak. Bisnis legal, koneksi kuat, hampir tidak ada skandal-""Aku tahu. Radiva yang sekarang memang bukan Radiva yang dulu," potong Handoyo pelan.Ia bangkit berdiri, berjalan memutari meja, lalu berhenti tepat di belakang anak buah itu. "Orang yang hidupnya bersih-tidak ada skandal," lanjutnya, ""pasti menyembunyikan sebuah di satu sudut."Handoyo kembali ke kursinya. Tatapannya kini dingin dan fokus. "Aku tidak butuh gosip murahan. Aku mau sebuah kekacauan yang berujung retakan." Ia mengangkat satu jari. "Keluarga." Jari kedua. "Orang yang dia lindungi." Jari ketiga. "Atau kesalahan lama yang belum selesai."Anak buah lain mengangguk. "Kami akan mulai dari istrinya?"Senyum Handoyo muncul perlahan. Tipis dan berbahaya. "Bukan mulai," katanya. "Kita perhatikan." Ia menyan
Terakhir Diperbarui : 2026-02-02 Baca selengkapnya