Pintu kamar tertutup tanpa suara. Namun bagi Jennaira, bunyinya seperti ledakan. Ia berdiri di tengah ruangan luas yang seharusnya terasa mewah, ranjang besar berseprai putih, jendela kaca setinggi dinding, lampu kristal yang berkilau lembut. Tapi semua itu tidak memberi rasa aman. Justru sebaliknya, membuatnya merasa kecil, terkurung, dan … dipajang.Aku bukan pajangan, tapi ... ini yang terjadi padaku.Ponselnya bergetar lagi. Satu notifikasi. Ah ... ralat, bukan hanya satu, tapi puluhan. Jennaira tidak perlu membukanya untuk mengetahui isinya. Ia sudah membaca terlalu banyak sejak konferensi pers berakhir.Istri kontrak ... Boneka CEO ... Perempuan yang dibeli untuk citra.Jarinya gemetar saat akhirnya layar menyala."Cantik sih, tapi kelihatan kosong.""Pasti dibayar mahal.""Kasihan? Ah, tidak. Dia memilih hidup nyaman."Napas Jennaira tersangkut di tenggorokan. Ia menekan ponsel ke dada, seolah itu bisa menghentikan suara-suara di kepalanya,tapi komentar itu sudah terlanjur mera
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya