Langkah kaki Long Yuan menggema di selasar aula dalam yang sunyi. Setiap derapnya terasa berat, seberat beban yang kini menghimpit dadanya. Di dalam aula yang hanya diterangi oleh beberapa obor besar, Kaisar Jin duduk dengan wajah yang sangat tegang, sementara Permaisuri berada di sampingnya, masih memegang saputangan sutra untuk menyeka matanya yang sembab. Suasana di ruangan itu begitu dingin, lebih dingin dari salju di perbatasan utara. "Duduklah, Yuan," suara Kaisar Jin terdengar parau, namun tetap memiliki ketegasan yang tak terbantahkan. Yuan duduk di hadapan kedua orang tuanya. Zirah hitamnya masih menyisakan noda darah yang mulai mengering, darah yang berasal dari luka di lengan atasnya. Kaisar Jin melirik luka itu dengan tatapan yang tajam sekaligus sedih. "Jelaskan padaku, Putraku," ucap Kaisar Jin sembari menunjuk ke arah lengan Yuan. "Apakah benar wanita yang kau banggakan itu, wanita yang kami beri gelar menantu resmi Kekaisaran Jin, adalah orang yang melukaimu malam
Last Updated : 2026-02-20 Read more