Long Yuan berdiri mematung di tengah pelataran, menatap punggung dua wanita yang kini berjalan menjauh dengan langkah ringan. Pemandangan itu seharusnya menenangkannya, aliansi telah terbentuk, dan perang saudara di dalam istananya tampak mereda. Namun, bagi sang Jenderal Agung, ini adalah awal dari bencana yang lebih mengerikan daripada serangan sepuluh ribu prajurit Zhang. "Yue Er! Aku peringatkan kau, jangan katakan sepatah kata pun!" teriak Yuan, suaranya yang biasa menggelegar di medan perang kini terdengar sedikit panik, bahkan nyaris memohon. Namun, Yue Er hanya melambaikan tangan tanpa menoleh, sementara Shu Mei sesekali tertawa kecil sembari melirik ke belakang dengan tatapan yang membuat bulu kuduk Yuan meremang. Yuan meratapi nasibnya dengan gelisah. Wibawa yang ia bangun selama bertahun-tahun sebagai naga yang dingin dan tak tersentuh, kini berada di ujung tanduk karena mulut jahil teman masa kecilnya itu. "Jika dia menceritakan tentang kejadian di kuil tua itu... atau
Read more