Wilona yang mendengar kabar tentang Vera, tak menunggu lama. Dengan langkah tergesa, ia segera menuju rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, rasa khawatir bercampur penasaran memenuhi pikirannya. Ia datang tidak sendiri, Tika setia di sampingnya, sementara Renata, putri kecil Vera, ikut serta dengan langkah-langkah kecil yang ceria, seolah kunjungan ini hanyalah petualangan biasa baginya.Begitu pintu ruang perawatan didorong perlahan, pemandangan di dalam langsung menyambut mereka. Bukannya suasana sendu khas orang sakit, yang terlihat justru sebaliknya hangat, bahkan cenderung… terlalu manis.Revan duduk di sisi ranjang, dengan sabar menyuapi Vera yang masih tampak lemah. Tatapannya lembut, penuh perhatian, seolah dunia di sekitarnya menghilang dan hanya menyisakan wanita di hadapannya."Ckckckck!" Wilona berdecak pelan, alisnya terangkat tinggi, jelas tidak bisa menahan komentar.Suara itu membuat Revan dan Vera sama-sama menoleh. Vera langsung memutar mata, sudah bisa menebak r
続きを読む