“Ma, sumpah ini gak lucu!” kata Revan dengan nada tertekan. “Ini terlalu cepet!”Nada suaranya jelas menunjukkan ia tidak siap, bukan karena tidak mau… tapi karena semuanya terjadi tanpa jeda.Di hadapannya, Vita tetap duduk tenang, bahkan terlihat jauh lebih santai dibanding anaknya sendiri.“Revan,” panggilnya pelan namun tegas, membuat Revan otomatis berhenti bergerak dan menoleh. “Sekarang Mama tanya. Kamu serius apa gak menikahi Vera?”Pertanyaan itu langsung menghantam. Revan terdiam sejenak. Ia melirik ke arah Vera, lalu kembali ke ibunya.“Ya serius, Ma. Tapi—”“Kalau kamu benar serius,” potong Vita cepat, “gak ada tapi-tapian!”Suasana langsung sunyi beberapa detik.Revan menghela napas kasar, berusaha menahan emosi sekaligus kebingungannya sendiri.“Ma… tapi yang bener aja dong,” lanjutnya lagi, kali ini lebih menekan kata-katanya. “Ini udah hari Rabu. Revan baru buat rencana mau nikah. Kok Mama tiba-tiba langsung nembak malam minggu besok sih!”Nada suaranya naik sedikit, b
続きを読む