Share

Bab 158

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-03-29 05:48:45

‘’Bagaimana saksi?’’

"Sah!"

Suara saksi menggema, disusul ucapan serempak dari para hadirin.

"Sah!"

Air mata langsung mengalir di pipi Vera. Bukan tangis sedih… tapi sesuatu yang lebih dalam. Campuran lega, haru, dan perasaan yang bahkan sulit ia jelaskan sendiri.

(*__*)

Sementara itu, Renata dan Reno yang sejak tadi duduk di barisan depan ikut tersenyum lebar ketika melihat kedua pengantin saling mendekat.

Tepuk tangan menggema, disusul sorak kecil dari beberapa tamu yang gemas melihat momen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mmh_Ara😊😊
iiihhh lucunya Rena dan Reno,,,hihihi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 170

    Perasaan Vera masih bergemuruh saat ia melangkah keluar dari rumah itu. Dadanya terasa sesak, bukan karena lelah, melainkan karena terlalu banyak emosi yang ia tahan dalam waktu bersamaan. Kata-kata ayahnya masih terngiang jelas di kepalanya, begitu juga bisikan kejam Jenny yang seolah menancap dan sulit dicabut.Tangannya mengepal kuat di sisi tubuh saat ia masuk ke dalam mobil. Tanpa menoleh ke siapa pun, ia langsung duduk dan bersandar, mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan.“Ke kantor aja, Pak…” ucapnya singkat.Supir hanya mengangguk pelan, memahami dari nada suara Vera bahwa hari ini bukan waktu yang tepat untuk banyak bertanya.Sepanjang perjalanan, Vera memilih diam. Pandangannya tertuju ke luar jendela, tapi pikirannya jauh melayang. Ia tidak benar-benar melihat apa pun. Semua yang terjadi beberapa menit lalu terus berputar di kepalanya, mengaduk perasaan hingga sulit dibedakan mana marah, mana kecewa.Ia hanya butuh satu hal. Tempat untuk bernapas. Dan entah kenap

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 169

    ‘’Vera, jangan begitu Sayang. Kamu tetap anak Papa dan Mama,’’ ucap Sari menenangkan putrinya.‘’Anak ? Sejak kapan Ma ?’’ tanya Vera, ‘’Vera pikir, setelah menikah, kalian bisa berubah sama Vera. Tapi ternyata, pernikahan Vera justru malah kalian manfaatin,”Brakkk!Sapto menggebrak meja makan di depan nya. Matanya menatap tajam ke arah Vera. Tapi Vera tak gentar,d ia justru membalas tatapan tajam itu.‘’Sepertinya Vera harus pulang sekarang. Teriamkasih Ma atas undangan nya!’’ ucap Vera, dia mengambil tas nya dan langsung berjalan pulang.‘’Vera, sayang denger dulu penjelasan Mama Nak, Vera. Jangan pulang dulu, ‘’ Sari menahan tangan vera.‘’Biarkan saja dia pergi, anak durhaka sepertinya tidak pantas lama lama disini!’’ ucap Sapto dingin.Sekali lagi. Vera tersneyum getir. Dia menatap ayahnya penuh kekecawaan. Saat itu juga, Vera benar benar memutuskan untuk pergi.Tapi, saat langkah Vera sudah hampir mencapai pintu ketika suara langkah cepat terdengar dari belakang.“Vera!” Jenny

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 168

    Beberapa detik setelah kalimat itu terucap, suasana di ruang tamu terasa berubah.Jenny masih berdiri di tempatnya, senyum di wajahnya perlahan memudar. Tatapannya menajam, mencoba mencari celah sesuatu untuk membalik keadaan seperti biasanya.Namun Vera tidak memberinya kesempatan. Ia melangkah melewati Jenny begitu saja, tanpa menoleh lagi.“Ver!” panggil sebuah suara dari arah dalam.Ibunya muncul dari dapur dengan wajah berbinar. Tangannya masih memegang sendok, tanda ia benar-benar sedang memasak.“Ya ampun, akhirnya kamu datang juga!” ucapnya senang, langsung mendekat dan memeluk Vera hangat.Vera membalas pelukan itu, sedikit lebih lama dari biasanya. Ada rasa rindu yang tiba-tiba muncul. Tapi tak bisa di pungkiri, jauh di sudut hatinya masih tersimpan rasa sakit.“Iya, Ma…” jawabnya pelan.Ibunya menatap wajah Vera, mengamati sebentar.“Kamu capek ya?” tanyanya lembut.“Enggak kok.” Namun matanya tidak bisa sepenuhnya berbohong.“Ya sudah, sana cuci tangan dulu. Mama udah masa

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 167

    Pagi hari kembali berjalan seperti biasa.Cahaya matahari masuk melalui jendela apartemen, menerangi ruang makan yang kini terasa lebih hidup dibanding hari-hari sebelumnya. Aroma makanan sederhana menguar dari dapur Vera berdiri di sana dengan pakaian santainya, rambut diikat asal, sibuk menyiapkan sarapan.Sementara di sisi lain, Revan sudah rapi dengan setelan kerja. Jasnya terpasang sempurna, jam tangan melingkar di pergelangan tangannya siap menghadapi hari yang sibuk.Ia melangkah mendekat ke meja makan, menarik kursi, lalu duduk.“Hari ini mau ke mana?” tanyanya sambil menuangkan air ke dalam gelas.Vera yang baru saja selesai menata piring langsung menghembuskan napas panjang.“Gak tahu…” jawabnya lemas. Ia duduk di kursi, lalu merebahkan kepalanya di atas meja makan. “Aku bosen banget kalau gak kerja begini, sumpah.”Nada suaranya terdengar jujur. Ia terbiasa sibuk. Terbiasa bergerak. Dan sekarang… diam seperti ini justru terasa menyiksa.Revan menatapnya sekilas.“Ke rumah

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 166

    Sore hari menjelang malam, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan saat mobil Revan melaju memasuki halaman rumah Mama Vita. Udara terasa lebih hangat, berbeda dengan suasana apartemen yang cenderung sunyi. Hari itu, mereka datang memenuhi undangan makan malam atau lebih tepatnya, panggilan yang tidak bisa ditolak. Begitu pintu rumah terbuka, mama Vita langsung menyambut mereka. “Akhirnya kalian datang juga!” suara Mama Vita langsung terdengar penuh semangat. “Ayo, sayang, masuk!” Namun yang membuat Revan terpaku bukan sambutannya… melainkan arah pelukan itu. Mama Vita langsung merangkul Vera dengan penuh sayang, seolah menantu barunya itu adalah pusat dunia. Revan yang berdiri tepat di sebelahnya hanya bisa melongo. “Ma… anak Mama di sini loh,” protesnya, wajahnya benar-benar tak percaya. Mama Vita bahkan tidak melirik. “Kamu sudah besar,” jawabnya enteng, nyaris tanpa jeda.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 165

    Waktu berjalan begitu cepat. Tiga hari terakhir terasa seperti jeda yang aneh dalam kehidupan mereka bukan liburan, tapi juga bukan rutinitas biasa. Atas permintaan Mama Vita, Vera dan Revan harus tetap menginap di hotel setelah pernikahan mereka. Tidak ada alasan yang bisa mereka gunakan untuk menolak.Jadilah selama tiga hari itu, mereka hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang sama.Bersama.Awalnya canggung. Sangat canggung. Namun perlahan… mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Dengan obrolan-obrolan kecil, makan bersama, bahkan diam bersama tanpa harus selalu mengisi suasana dengan kata-kata.Dan kini akhirnya mereka bebas.Lift apartemen berbunyi pelan saat pintunya terbuka. Revan melangkah keluar lebih dulu, diikuti Vera di belakangnya. Langkah mereka terasa lebih ringan, seolah beban tak kasat mata yang menahan selama tiga hari terakhir akhirnya terlepas.Revan menoleh sedikit ke arah Vera.“Kamu mau tinggal di

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Renata Zevannia

    Di depan ruang perawatan Rena, suasana terasa begitu berat. Lampu lorong rumah sakit menyala terang, tapi tak mampu mengusir dingin yang menjalar di dada masing-masing orang yang berdiri di sana. Melalui kaca transparan, terlihat seorang gadis kecil terbaring lemah di atas ranjang pasien. Wajahnya

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Berhasil mengingat

    Ruang keluarga itu berubah menjadi medan perang tanpa suara.Udara terasa berat. Bahkan jam dinding yang biasanya berdetak pelan kini seperti menghitung detik kehancuran hubungan ibu dan anak itu.Dengan suara parau yang tertahan, Yudha akhirnya bicara, “Yudha kecewa sama Mama!”Kalimat itu tidak d

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bagaimana perasaanmu?

    “Kabur? Kabur ke mana?” tanya Dirga.Suaranya rendah, tapi jelas menekan. Salah satu pria menelan ludah keras sampai terdengar.“K—kami tidak tahu Pak… kami juga sedang mencari… karena kami juga sudah kena amukan bos kami!”Dirga menyipitkan mata. Ia melangkah satu langkah lebih dekat

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sebuah Fakta

    ‘’Mama kamu!’’ ucap Evelyn bergetar.Brakkk!Seketika itu Yudah menggebrak meja di depannya. Dia menatap Evelyn dengan sangat tajam.‘’Jangan membawa nama ibuku dimasalah kita!’’ Yudah seolah tidak terima.‘’Aku—“‘’Sorry Evelyn, sepertinya sekarang aku tahu, kenapa aku bisa b

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status