Share

BAB 121 PROVOKASI

Auteur: sugi ria
last update Dernière mise à jour: 2026-02-18 20:08:50
Valin mendengkus tidak suka. Baru juga dia mingkem membicarakan Zen. Yang dibicarakan langsung nongol di depan pintu.

"Dia memang menyebalkan," gerutu Valin sambil membuka pintu.

Niatkan hati ingin terus memaki. Namun lidahnya mendadak kelu ketika benda persegi itu terbuka sepenuhnya.

"Valin, syukurlah aku tidak salah alamat."

Valin mengerjap cepat mendapati Vier berdiri di ambang pintu rumahnya. Bukan Zen seperti tebakannya.

"Vier, ini kamu. Tunggu, dari mana kamu tahu aku tinggal di sini.
sugi ria

selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan. semoga dilancarkan, serta amal dan ibadahnya diterima oleh Allah SWT 😊😊

| 7
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 138 AKU AKAN MENEMUKANNYA

    Langkah Zen lebar dan cepat. Dia seolah ingin kakinya membawa dirinya secepat mungkin ke tempat tujuan. Informasi yang baru saja dia terima dari Shane membuat waktu berhenti sesaat.Langit di atas kepalanya serasa runtuh menimpanya. Dunia Zen diselimuti kegelapan total. Pria itu sempat terhuyung. Syok dengan apa yang baru saja dia dengar.Hingga perintah Zen terdengar parau, "Bawa aku padanya."Dan di sinilah Zen berada. Sebuah ruangan yang membuat dadanya sesak seketika. Sesosok tubuh terbujur kaku di atas di brankar. Kain putih menutupi raga yang tidak bergerak sama sekali."Tidak mungkin. Ini bukan dia! Kalian salah bawa!" Ucap Zen dengan mata merah. Untuk pertama kalinya dia menangis.Bahkan ketika ibunya meninggal, Zen kecil tidak menangis. Bukan karena dia tidak sedih. Bukan juga karena dia tidak sayang ibunya.Hati Zen kecil sudah terlalu ikhlas jika sang ibu pergi. Dari pada kesakitan, lebih baik sang ibu pergi.Namun kini, di depan jasad istrinya, Zen terisak hebat. Dia bahka

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 137 SUDAH DITEMUKAN

    "Aku hanya sedang mencari kakakku," balas Vante.Pemuda itu tidak mengalihkan pandangan dari ponselnya. Sampai dia berlari menuju sofa, di mana seuntai gelang tergeletak di sampingnya."Ini punya Valin?" Nick mengerutkan dahi.Vante menggenggam erat benda tadi. "Kakakku ada di sini. Tadi, tapi sekarang di mana dia?"Perasaannya berkecamuk. Dia benar-benar panik, takut juga resah. Dia takut hal buruk terjadi pada kakaknya. Satu-satunya keluarga yang dia miliki.Ketika Vante dan Nicky masih mencari, Kian muncul di sana. Pria itu langsung ke sini begitu diinfokan oleh Shane."Dia tidak mungkin menghilang secepat ini." Kian memberikan komentar. "Kalau begitu di mana dia?" Vante bertanya dengan gusar."Jangan-jangan ini hanya pengecoh. Sebenarnya dia tidak pernah berada di sini. Seseorang mungkin membawanya pergi." "Diculik maksudmu?" Nick beralih cepat ke arah Vante yang seketika lemas. Wajahnya berubah putus asa, dia benar-benar kehilangan akal saat ini.Sama seperti Zen yang setelah d

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 136 HACKER

    "Zen, Valin kecelakaan!"Berkas yang tengah pria itu pegang meluncur jatuh ke lantai. Diikuti bunyi pintu yang tertutup kasar. Semua yang ada di ruangan itu menganga. Tidak percaya melihat Zen berlari, meninggalkan meeting karena satu nama."Valin, siapa dia?" Seorang direktur buka suara."Valin, Arvirosely Valin bukannya kekasih tuan Egan. Kenapa tuan Archlight juga ikut panik." Yang lain menyambar. Dalam sesaat, tempat itu dipenuhi bisik-bisik dengan tema sama. Nama Valin mendadak jadi trending topic di kalangan pejabat internal Excellent Hospital dan jaringannya.Desas desus berkembang cepat dan liar, membuat nama Valin seketika jadi bahan perbincangan paling panas.Sama dengan suasana di sekitar jembatan. Hanya saja panas bercampur tegang. Tubuh Zen mematung melihat separuh lebih jembatan runtuh. Hanya tinggal sedikit yang tersisa. Yang lain runtuh ke aliran sungai di bawahnya.Jantung lelaki itu mendadak nyeri. Dia menekannya kuat tapi rasa itu tak kunjung hilang."Cari sampai k

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 135 LEDAKAN

    "Tunggu dulu, Lin. Kamu akhir-akhir ini aneh. Kamu menghindariku?"Zen menahan tangan Valin di tengah tangga. Valin yang terkejut, nyaris jatuh berguling menuruni tangga ketika ia terserimpet kakinya yang lain.Untungnya Zen sigap menahan pinggangnya hingga wanita itu selamat dari hal buruk. "Kamu tidak apa-apa?" Zen menatap netra hazel Valin yang sesaat panik."Lepas, aku baik-baik saja." Perempuan itu melepaskan diri dari jeratan Zen. Sang suami jelas kebingungan. Dia belakangan ini sangat sibuk. Beberapa kelompok terus membuat onar. Mengganggu pengiriman, mengacaukan distribusi organ vital yang harus di antar ke sejumlah rumah sakit tepat waktu.Selain itu beberapa teror juga menyerang Zen. Walau serangan datang dari berbagai sisi, pria itu tetap tegak berdiri tanpa goyah sedikitpun. Instruksinya mengalir jelas dan lancar, membasmi para perusuh yang sejatinya hanya mengecoh fokusnya.Zen sadar ada hal besar yang sedang direncanakan oleh kelompok tertentu. Insting Zen mengacu pada

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 134 TIDAK ADA YANG GRATIS

    Zen baru saja keluar dari sebuah sebuah ruangan meeting ketika satu pukulan menghantamnya. Mark langsung menahan sang pelaku yang tidak lain adalah Adrian.Zen sendiri hanya mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sakit? Hanya pukulan Adrian tidak akan membuatnya tumbang."Kau pembunuh! Audrey meninggal karenamu. Kau penyebab dia meninggal!" Teriak Adrian, wajahnya memerah dengan amarah menggelegak naik sampai ke ubun-ubun.Zen hanya menyeringai. "Jangan konyol. Dia tidak akan mati semudah itu." Adrian kembali berteriak. Zen benar-benar tidak berhati. "Aku sendiri yang menguburkan mayatnya. Aku sendiri yang menerima laporan tes DNA-nya, dia Audrey, adikku! Zen kau harus bertanggungkawab!""Bagaimana caranya? Apa kau ingin membunuhku juga? Silakan kalau begitu."Zen merentangkan tangan, siap menerima apapun yang Adrian lakukan padanya. Bahkan jika Adrian ingin menghabisinya, Zen tidak masalah.Kenapa Zen berani menantang Adrian, sebab pria itu tidak akan bisa menembakkan sebutir peluru

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 133 TAWARAN VANTE

    "Cinta?"Kata itu spontan terucap dari bibir Zen. Keningnya berlipat dalam, sedang matanya menyipit. Seolah kata cinta adalah sebuah rumus rumit yang harus dia pecahkan. "Kamu mencintainya?"Zen mengedikkan bahu tanpa sadar. Dan Sylus seketika mendorong napasnya kasar."Kau tidak ingin kehilangannya?"Suami Valin mengangguk."Kenapa?"Zen terdiam. Pertanyaan itu dia tidak tahu jawabannya. Lebih tepatnya tak mengerti. Pasalnya selama ini Valin hanya dia anggap sebagai pelampiasan, pemuas nafsu berbalut janji pernikahan.Namun semakin ke sini, dia tidak mau kehilangan Valin. Dia ingin Valin selalu ada di sisinya. "Apa kamu hanya menganggapnya sebagai teman tidur saja? Tidak lebih.""Aku, aku tidak mau yang lain. Aku hanya mau dia. Lebih baik tidak, jika bukan dia." Zen menjawab lirih.Awalnya ragu, tapi kemudian memang itulah yang ada di otaknya."Kamu mulai jatuh cinta padanya."Zen sejenak terkejut. Apa dia seperti itu."Mungkin kamu tidak sadar. Tapi tindakanmu, sikapmu menunjukkan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status