Dante memalingkan wajah, matanya kini menatap Maximilian. Seolah berkata ‘Aku ingin bicara, Ayah’ sehingga pria tua itu segera berdeham.“Xavia, aku dan Dante akan bicara sebentar,” ujar Maxilimian dengan nada ramah, “lanjutkan saja. Kau bebas di sini.”“Ya, terima kasih, Ayah ...” Xavia berucap manis, menunduk hormat yang langsung diiyakan dengan tatapan kagum Maximilian.Dante mendahului ayahnya. Menuju ruang kerjanya. Dante mendahului ayahnya menuju ruang kerja. Begitu Maximilian menutup pintu di belakangnya, Dante langsung menyerang tanpa basa-basi.“Apa-apaan ini, Ayah? Kenapa Ayah membiarkannya tinggal di sini?” Mata Dante berkilat tajam, menahan amarah yang hampir meledak. “Sesuai kesepakatan awal kita, Xavia tinggal di kediaman utama. The Apex adalah wilayah pribadiku!”Maximilian berjalan tenang menuju kursi di depan meja kerja Dante, lalu duduk dengan perlahan seolah tidak terpengaruh oleh ledakan emosi putranya. Ia melemparkan tongkat peraknya ke lantai, karena ia sebenarn
더 보기