“Vera? Kau kenapa?” Nada tanya suara Lyra terdengar panik. Vera berhenti berjalan. Napasnya mulai tidak teratur. “Lyra …” Ia menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering. “Bawa aku … ke mobilku ...” Lyra menatap Vera tajam. “Aku sudah bilang jangan minum itu, bodoh. Kau pikir pria seperti Rourke akan main adil?” Vera mencoba menjawab, tapi kakinya tiba-tiba goyah. “Vera—hei, Vera!” Tubuh Vera langsung ambruk. Lyra refleks menangkap bahu Vera, tapi seseorang lebih cepat. Sebuah tangan kasar melingkar di pinggang Vera dan menarik wanita itu menjauh dari Lyra. “Temanmu biar diurus anak buahku,” bisik Nico di telinga Vera. “Kau ikut aku, Vera Nyx.” Lyra langsung maju, meraih lengan Vera. “Lepaskan dia, Rourke.” Matanya terbelalak dengan rahang mengetat. “Urusanmu denganku, jangan libatkan Vera!” Nico hanya tersenyum tipis. “Sudah terlambat, Lyra. Dia duluan yang ikut campur.” “Selesaikan dulu urusan kita, Nico,” cegat Lyra, matanya mulai gelisah menatap Vera yang tubuhnya sudah
더 보기