Begitu tumbuh besar, Janet pun mengerti."Sebagian orang di Keluarga Siregar kira aku benaran putri ayahku, karena ayahku buat tes DNA, tapi sebagian lain tahu rahasianya. Jadi, aku nggak begitu disukai di Keluarga Siregar.""Tapi nggak apa-apa, yang penting ayahku suka aku.""Rahasia ini juga sudah kuberitahukan ke kamu. Ke depannya kamu harus baik-baik ke ayahku.""Tentu saja, kalau ayahku berani merundungmu, kita berdua ambil semua hartanya, biar dia hidup sendiri sampai tua!"Hannah secara naluriah membantah, "Nggak akan. Dia begitu baik, pasti nggak akan hidup sendiri sampai tua.""Memang sahabat karibku, aku nggak salah pilih orang!""... Janet, sebelumnya kamu tipu aku untuk kencan buta dengan ayahmu. Jangan-jangan ....""Kenapa? Nggak boleh aku pilih ibu tiri yang aku suka? Kamu sahabat karibku, aku nggak akan mencelakakanmu! Kalau kamu nggak bahagia bersama ayahku, aku pasti bantu kamu, bukan dia!"Sambil berkata, mata Janet berkedip terus. Dia tidak berani menatap mata Hannah
อ่านเพิ่มเติม