Anya membungkuk.Kepalanya bertumpu di atas lengan yang tergeletak di meja kerja Nares. Matanya terasa berat, kelopak itu berjuang sebentar sebelum akhirnya menyerah. Lampu ruangan terasa makin redup, suara AC berubah menjadi dengung jauh.Lalu… gelap.Anya tertidur pulas. Bukan tidur yang manja, tapi tidur orang yang lelah jiwa dan raganya.Pintu ruang kerja terbuka.“Nanti berkas ini kirim ke legal malam ini,” suara Nares terdengar tegas.“Iya, Tuan,” jawab Jhon sambil mengikuti masuk.Nares masih berjalan sambil membuka kancing jasnya, fokus pada pembicaraan.“Besok jadwal,”Kalimatnya terputus.Ia menoleh ke meja.Dan dunia seperti berhenti sedetik.Anya.Tertidur di kursinya. Rambutnya jatuh menutupi pipi, napasnya teratur, wajahnya terlihat lelah.Nares terdiam.Senyum tipis, hampir tak terlihat, terukir di sudut bibirnya.“Keluar, Jhon,” ucapnya pelan.Jhon mengikuti arah pandang Nares, langsung paham.“Iya, Tuan,” katanya cepat, lalu menutup pintu tanpa suara.Nares melangkah
Last Updated : 2026-01-23 Read more