Kepergian Lie Sha meninggalkan keheningan aneh di Ruang VVIP. Tian Hei berdiri sejenak, menimbang perkataan pria itu, lalu menyimpan token giok dan gulungan kuno ke dalam cincin ruangnya. Palu Pemusnah Surga tetap berada di punggungnya, diselimuti kain hitam tebal. Meski tertutup rapat, auranya masih terasa—liar, berat, dan menekan. “Dunia ini sangat luas,” ucap Xi Qianyue pelan saat mereka melangkah keluar dari ruangan. “Sebaiknya kita mencari beberapa informasi di dalam kota.” Tian Hei tidak menyangkal. Ia juga merasakan hal yang sama. Mereka berjalan keluar dari Paviliun Awan Tenang. Sang manajer paviliun langsung membungkuk hormat saat berpapasan dengan Tian Hei, tubuhnya sedikit gemetar. Tian Hei dan Xi Qianyue melangkah memasuki distrik perdagangan utama kota. Jalanan batu yang lebar dipenuhi kios-kios, paviliun kecil, serta bangunan bertingkat tempat para kultivator dan pedagang berkumpul. Namun, suasana yang biasanya riuh kini terasa sedikit kaku. Beberapa orang berh
Last Updated : 2026-01-04 Read more