## Bab 59: Konfrontasi Terakhir ElenaMalam itu, langit di atas mansion Tanaka seolah sedang menumpahkan murkanya. Petir menyambar silih berganti, memberikan kilatan cahaya putih yang mencekam pada pilar-pilar rumah yang dingin. Di dalam kamar utama, Aiko duduk mematung di kursi dekat jendela, memandangi bayangan pepohonan yang bergoyang gila tertiup badai. Hatinya tidak tenang. Ada firasat buruk yang merayap di bawah kulitnya, sesuatu yang lebih dingin dari suhu pendingin ruangan.Di sudut ruangan, di atas kasur lipat barunya, Hiroshi tidak tidur. Ia duduk bersandar pada dinding, matanya terjaga, menatap pintu kamar dengan waspada. Instingnya sebagai pria yang pernah menguasai dunia bisnis kini beralih menjadi insting seekor anjing penjaga yang mencium bau bahaya. "Kau tidak tidur, Hiroshi?" suara Aiko memecah kesunyian, nyaris tenggelam oleh suara guntur."Firasatku buruk, Nyonya," jawab Hiroshi pelan. "Hana bilang ada masalah teknis pada sistem keamanan di gerbang depan karena sam
Read more