## Bab 77: Kecemburuan Sang CEO PengabdiLampu kristal di aula *ballroom* Hotel Grand Mulia memantulkan cahaya yang menyilaukan, seolah berusaha menutupi kegelapan intrik yang bersembunyi di balik jas tuksedo dan gaun sutra para tamu. Malam ini adalah pesta perayaan aliansi strategis industri manufaktur, namun bagi Aiko, ini adalah medan perang.Aiko melangkah dengan dagu terangkat, mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang membalut tubuhnya dengan sempurna—elegan, berkuasa, dan tak tersentuh. Di belakangnya, setia seperti bayangan yang tak bersuara, Hiroshi berjalan dengan langkah terukur. Ia mengenakan setelan hitam pekat tanpa dasi, posisi yang secara visual menegaskan statusnya saat ini: bukan lagi sang penguasa Tanaka Group, melainkan asisten pribadi sang ratu."Ingat rencana kita, Hiroshi," bisik Aiko tanpa menoleh sedikit pun. "Kenji akan menjadi umpan. Aku butuh sisa-sisa pengikut ayahmu menampakkan diri malam ini. Jangan lakukan apa pun tanpa perintahku."Hiroshi hanya
Ler mais