Bab 3: Topeng Sang CEODini hari di kediaman Tanaka selalu terasa mencekam, namun pagi ini, keheningan itu terasa lebih berat, seolah dinding-dinding marmer yang dingin sedang menahan napas. Aiko tidak tidur. Ia duduk di kursi wingback di sudut kamar utama yang gelap, matanya tertuju pada pintu yang masih tertutup rapat. Jam dinding berdetak dengan ritme yang menyiksa, menghitung setiap detik pengkhianatan yang baru saja ia saksikan.Pukul 04.15 pagi.Terdengar suara deru mesin mobil di halaman depan, diikuti oleh suara pintu berat yang terbuka di lantai bawah. Langkah kaki yang sangat Aiko kenali terdengar menaiki tangga—langkah yang angkuh, mantap, dan tanpa rasa bersalah.Pintu kamar terbuka. Cahaya dari koridor menyeruak masuk, membelah kegelapan kamar sebelum sosok tinggi Hiroshi Tanaka muncul. Ia tampak sedikit berantakan; jas mahalnya tersampir di lengan, dasinya sudah dilonggarkan, dan kancing teratas kemejanya terbuka. Namun, yang paling menyakitkan bagi Aiko adalah aroma yan
続きを読む