Setelah konfrontasi di kampus, Dava dan Sita melarikan diri ke apartemen kecil Sita di pinggiran kota. Hujan deras kembali turun, membasahi jendela kaca yang tipis, seolah alam ikut menyembunyikan mereka dari mata Reinhart. Aurelia telah berjanji untuk menangani suaminya dari dalam, memberi mereka waktu singkat untuk bernapas. Tapi di dalam ruangan sempit itu, napas Dava dan Sita justru semakin memburu, bukan karena takut, tapi karena api lama yang kembali menyala. Sita mengunci pintu, tangannya gemetar. "Dav... kita aman di sini. Ibuku lagi di desa, nggak ada yang tahu tempat ini." Ia menoleh ke Dava, mata cokelatnya yang polos kini penuh kerinduan yang tertahan. Rambutnya basah menempel di bahu, blus cokelat mudanya melekat ketat di tubuh rampingnya, memperlihatkan garis dada yang naik-turun cepat. Dava berdiri di tengah ruangan, kemejanya basah kuyup menempel di otot dadanya yang bidang—hasil dari tahun-tahun kerja kasar. Ia menatap Sita, ingatan masa SMA mereka banjir kembali: c
Terakhir Diperbarui : 2026-02-06 Baca selengkapnya