Tangan Dava gemetar saat ujung pulpen itu menyentuh permukaan kertas kontrak yang dingin. Di ruangan itu, kesunyian terasa begitu menekan, hanya detak jam dinding mewah dan deru napasnya sendiri yang terdengar.Di hadapannya, Reinhart berdiri dengan tangan bersedekap, sementara Aurelia menyandarkan pinggulnya di tepi meja kerja—posisi yang nampak sengaja menonjolkan lekuk tubuhnya yang mustahil untuk diabaikan.Satu miliar.Angka itu terus berputar di kepala Dava. Itu adalah nyawa ayahnya. Itu adalah tiketnya menuju universitas ternama. Namun itu juga harga dari kehormatan yang selama ini ia berusaha jaga dengan susah payah."Aku tidak punya banyak waktu, Dava," suara Reinhart memecah kesunyian, tajam dan tidak sabar.Dava memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah lelah ibunya di koridor rumah sakit, wajah ayahnya yang terbaring lemah.Lalu dengan satu tarikan napas panjang, ia membubuhkan tanda tangannya. Rasanya ia menggores harga dirinya sendiri."Pilihan yang cerdas," uja
Last Updated : 2025-12-22 Read more