"Ada surat mendesak dari Istana yang perlu tanda tangan Anda segera, Tuan Duke" lapor Alfred, matanya tertuju sopan pada wajah Lucian."Letakkan saja di sana." jawab Lucian acuh tak acuh, tangannya masih memainkan ujung rambut Sienna yang tergerai. Ia bahkan tidak repot-repot melihat ke arah Alfred, terlalu sibuk menikmati aroma tubuh gadis di pelukannya."Baik, Tuan Duke."Alfred melangkah maju untuk meletakkan nampan itu di ujung meja. Saat itulah, tatapan pria tua itu bergeser.Mata Alfred bertemu dengan mata Sienna.Sienna, yang sedari tadi menunduk malu, seketika membeku.Di sana, di tempat yang luput dari perhatian Lucian, tatapan Alfred berubah drastis. Sopan santun yang ia
Read more