Share

BAB 104

Author: Rainina
last update Huling Na-update: 2026-02-15 11:47:07

"Ada surat mendesak dari Istana yang perlu tanda tangan Anda segera, Tuan Duke" lapor Alfred, matanya tertuju sopan pada wajah Lucian.

"Letakkan saja di sana." jawab Lucian acuh tak acuh, tangannya masih memainkan ujung rambut Sienna yang tergerai. Ia bahkan tidak repot-repot melihat ke arah Alfred, terlalu sibuk menikmati aroma tubuh gadis di pelukannya.

"Baik, Tuan Duk

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 142

    Malam pertama mereka sebagai sepasang suami istri yang sah seharusnya dipenuhi oleh kehangatan dan kedamaian.Di dalam kamar Sienna di kediaman Borgia yang kini dijaga oleh formasi berlapis ksatria, perapian menyala terang, mengusir hawa dingin.Namun, kedamaian itu sama sekali tidak menyentuh Lucian.Pria itu berdiri kaku di depan jendela besar yang menghadap ke arah halaman depan mansion, masih mengenakan kemeja yang sedikit terbuka di bagian dada.Lucian mengira bahwa setelah ia mengucapkan janji suci dan mengikat Sienna di bawah perlindungan hukum, pikirannya bisa sedikit tenang. Ia mengira dinding kekuasaannya cukup untuk memberinya ruang bernapas.Kenyataannya, tidak.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 141

    Satu minggu berlalu dengan begitu cepat. Di tengah badai persiapan yang serba terburu-buru, hari pernikahan antara penguasa utara dan putri Baroni itu akhirnya tiba.Kediaman keluarga Borgia yang biasanya redup dan sunyi kini disulap menjadi tempat perayaan yang luar biasa megah.Lautan bunga lili putih yang didatangkan khusus dari rumah kaca kekaisaran menghiasi setiap sudut ruangan, berpadu dengan rentangan kain sutra emas berlambang singa kebanggaan Duchy Lorraine.Namun, pemandangan di dalam aula mansion Baroni itu terasa begitu ganjil.Untuk ukuran sebuah pernikahan agung seorang Duke, sosok pria yang kekuasaannya nyaris menyaingi Kaisar itu sendiri, kursi-kursi tamu yang ditata rapi berderet ke belakang terlihat sangat lengang.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 140

    Sementara kesibukan dan persiapan pernikahan di kediaman Borgia, berita pernikahan itu mulai tersebar di dalam dinding-dinding Istana Kekaisaran.Di dalam ruang kerja pribadi Kaisar yang megah, sang penguasa Kekaisaran duduk bersandar di kursi kebesarannya.Ia terkekeh pelan, melempar sebuah gulungan perkamen berstempel Duchy Lorraine ke atas meja kayu mahoni di hadapannya."Satu minggu." gumam Kaisar dengan senyum meremehkan yang tercetak jelas di wajah tuanya yang penuh keriput."Untungnya, keponakanku itu sama bodohnya dengan Ayahnya."Kaisar mengangkat pandangannya, menatap sosok Putra Mahkota Arthur yang duduk di sofa yang berada ruangan itu."Diam dan jangan laku

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 139

    Kediaman Baroni Borgia yang biasanya sepi dan tenang mendadak berubah menjadi sibuk.Sejak matahari terbit, kereta-kereta kuda barang berlambang Duchy Lorraine datang silih berganti memenuhi pelataran.Para pelayan dan pekerja yang dikirim dan dipilih langsung oleh Lucian hilir mudik membawa masuk puluhan kotak kayu mahoni berpita emas.Gulungan kain sutra terbaik dari wilayah selatan, beludru mahal, kotak-kotak perhiasan, hingga berbagai perlengkapan upacara pernikahan bernilai fantastis ditumpuk di ruang tamu.Duke Lorraine itu benar-benar membuktikan kata-katanya. Ia mengerahkan seluruh kekayaan dan kekuasaannya untuk menyiapkan sebuah pernikahan kerajaan hanya dalam waktu satu minggu.Sienna bahkan tidak perlu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 138

    Sore itu Sienna duduk dalam keheningan, mencoba menenangkan saraf-sarafnya yang tegang. Jemarinya bergerak telaten, merajut benang emas membentuk lambang kebanggaan Duchy Lorraine di atas sehelai sapu tangan sutra putih. Sapu tangan itu rencananya akan menjadi hadiah kecil untuk Lucian, sebuah pengingat bahwa pria itu tidak sendirian.Namun, gerak rajutannya terhenti saat pintu ganda ruangan itu didorong terbuka dengan kasar.Lucian melangkah masuk dengan langkah lebar dan rahang mengeras. Pria itu langsung menghampirinya, bayangan tubuhnya yang menjulang menutupi cahaya dari jendela."Aku akan mempercepat pernikahan kita."Kalimat itu meluncur tanpa basa-basi. Jarum di tangan Sienna seketika terhenti di udara. Ia mendongak, menatap pria itu dengan kening berkerut bingung."Apa?""Kita akan menikah dalam satu minggu." ucap Lucian, nada suaranya berat dan tak menyisakan ruang untuk bantahan. "Aku sudah memerintahkan Damien untuk mengurus semua persiapan dan dokumennya mulai hari ini."

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 137

    Sinar matahari pagi yang pucat baru saja menyusup melalui celah tirai jendela kediaman Borgia, ketika pintu kamar Sienna tiba-tiba terbuka.Sosok Lucian berdiri di ambang pintu. Pria itu tampak berantakan. Jubah hitamnya kusut, rambutnya tidak tertata, dan yang paling mengerikan... mata merah Lucian yang biasanya menyorot tajam penuh intimidasi itu kini tampak kosong. Pria itu terlihat hampa, seolah nyawanya baru saja direnggut paksa dari tubuhnya.Semalaman suntuk Lucian terjebak dalam neraka pikirannya sendiri di ruang bawah tanah. Fakta bahwa ayahnya dikhianati dan dijadikan tumbal oleh Kaisar, pria yang selama ini Lucian hormati atas nama ayahnya, telah menghancurkan seluruh fondasi kepercayaan Lucian. Untuk pertama kalinya sejak Lucian melihat kepala ayahnya sendiri yang terbungkus rapi di kotak kayu, tangan sang Duke utara itu gemetar. Pedangnya terasa terlalu berat untuk diayunkan. Ia tidak mampu mengeksekusi Alfred dan Roderick malam itu juga, membiarkan Damien mengambil a

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status