Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah tirai beludru tebal di kamar tidur utama kekaisaran. Udara di dalam ruangan itu masih terasa hangat, menyimpan sisa-sisa kemegahan dan emosi dari perayaan panjang semalam.Di atas peraduan, Sienna perlahan membuka kedua matanya. Sang Permaisuri mengerjap beberapa kali, menyesuaikan diri dengan cahaya pagi. Rasa lelah yang luar biasa masih menggantung di setiap inci ototnya. Pesta dansa semalam, pengumuman tentang kehamilannya, hingga emosi yang menguras air mata saat melihat Rowan merangkak masuk ke dalam aula, benar-benar menyita seluruh tenaganya.Sienna berniat untuk bergerak dan meregangkan tubuhnya, namun usahanya seketika terhenti saat ia merasakan sebuah lengan kokoh yang melingkar sangat posesif di pinggangnya.Di sebelahnya, Kaisar Lucian masih memejamkan mata. Wajah pria yang biasanya selalu keras dan sedingin es itu kini terlihat begitu damai saat terlelap. Napasnya berhembus teratur, menerpa puncak kepala Sienna. Perlahan, Luc
Baca selengkapnya