---### **Bab 32: Amarah Sang Ratu**Hujan abu turun menyelimuti hutan mati di pinggiran Sektor Hitam, menutupi tubuh dua insan yang tergeletak di atas tanah yang retak. Haneul memeluk tubuh Hamin yang dingin, tidak memedulikan bau logam dan asap yang keluar dari rongga dada bionik pria itu. Jantung bionik yang selama ini menjadi penopang hidup Hamin kini hanyalah sebuah mesin mati, menyisakan kesunyian yang mencekam."Bangun, Hamin... kumohon," bisik Haneul. Suaranya pecah, hilang ditelan angin malam. Ia menempelkan telinganya ke dada Hamin, berharap mendengar satu detak saja—meski itu hanya detak mekanis yang kasar. Namun, yang ada hanyalah kehampaan.Kilatan lampu dari *drone* pengintai Seowon mulai menyapu pepohonan di sekitar mereka. Suara deru mesin kapal pengejar terdengar semakin dekat, seperti raungan predator yang sedang merayakan mangsa yang sekarat."Target terdeteksi di koordinat 4-B," suara mekanis dari *drone* bergema di udara. "Subjek Haneul dan buronan Hamin ditemukan
Read more