Hantaman air sungai di dasar jurang Retakan Timur terasa seperti ledakan beton bagi tubuh Haneul yang sudah rapuh. Suara gemuruh air yang liar menulikan pendengarannya, sementara kegelapan di dalam dirinya bereaksi agresif terhadap suhu dingin yang ekstrem. Air sungai yang keruh masuk ke dalam indranya, mencekik paru-parunya yang masih berdetak dalam ritme manusia yang ketakutan.Di bawah permukaan air yang gelap, Haneul kehilangan orientasi. Paru-parunya berteriak meminta oksigen, namun yang ia rasakan hanyalah tarikan energi hitam dari telapak tangannya yang kini merayap naik ke lehernya, mencoba membungkam sisa-sisa kemanusiaannya. Dalam kegelapan itu, ia merasa ajal sudah menjemputnya. Namun, sebuah tangan kuat tiba-tiba mencengkeram lengannya, menariknya paksa kembali ke permukaan.Greb.Hamin muncul dari balik permukaan air dengan sisa-sisa tenaga yang secara logis mustahil dimiliki oleh pria yang baru saja dikuras energinya. Zirah tempur sang Panglima sudah compang-camping, dan
Huling Na-update : 2026-01-17 Magbasa pa