Pagi itu terasa aneh sejak awal.Bukan karena matahari terlambat terbit, bukan pula karena hujan atau cuaca buruk. Segalanya tampak normal, terlalu normal. Namun justru di situlah letak kejanggalannya.Pria itu terbangun dengan kepala berat. Semalam ia tertidur di sofa ruang tamu, masih mengenakan pakaian kerja. Hal yang jarang ia lakukan, tapi entah kenapa malam tadi ia tidak punya tenaga untuk naik ke kamar.Ia bangkit perlahan, mengusap wajahnya, lalu menoleh ke arah dapur.Kosong.Biasanya, pada jam segini, Nara sudah bangun lebih dulu. Entah sekadar menyeduh teh, atau menyiapkan sarapan sederhana yang sering kali hanya ia sentuh sekilas. Pagi selalu dimulai dengan suara langkah kaki Nara yang pelan, aroma hangat dari dapur, dan sapaan lirih yang jarang ia jawab.Namun pagi ini, tidak ada apa-apa.“Masih tidur,” gumamnya singkat.Ia melangkah ke kamar tidur. Tempat tidur itu rapi. Terlalu rapi. Selimut dilipat, bantal tersusun simetris, seperti kamar hotel yang belum pernah dipaka
Last Updated : 2026-01-05 Read more