BAB 24 - Rumah SakitTak lama kemudian, dokter jaga datang.Pemeriksaan singkat pun segera dilakukan. Bersama perawat, dokter memeriksa tingkat kesadaran Arkan, respons pupil mata, tekanan darah, hingga saturasi oksigen. Gerakan mereka cepat dan cekatan, membuat Zea hanya bisa berdiri di sisi ranjang dengan jantung berdebar tak karuan.“Nyeri kepalanya muncul mendadak?” tanya dokter sambil tetap memperhatikan monitor.“Iya, Dok,” jawab Zea cepat. “Dia sempat merem, terus tiba tiba teriak sambil megang kepalanya, kayak kesakitan banget.”Dokter mengangguk pelan. “Dengan riwayat benturan kepala, kita harus pastikan tidak ada perdarahan di dalam.”Zea menegang. “Maksudnya…?”“Kita jadwalkan CT scan kepala malam ini juga, ya.” saran Dokter.Zea mengangguk cepat, patuh, lalu merasakan telapak tangannya mulai terasa dingin.Tak lama kemudian, Arkan didorong keluar dengan brankar menuju ruang CT scan. Sem
Última actualización : 2026-01-21 Leer más