Lia menarik tangannya dari konsol utama. Cahaya merah yang tadinya mau meledak, perlahan meredup karena Lia berhasil menahan protokol self-destruct Julian."Aku tidak akan menghancurkan tempat ini sekarang," desis Lia, menoleh pada proyeksi Julian yang mulai bergetar. "Karena jika aku menghancurkannya, kau akan mati dengan terlalu mudah, Arlan. Aku ingin kau melihat bagaimana aku mengambil alih seluruh duniamu ini."Kael, yang tadi sempat terlihat transparan, kini kembali padat. Dia terengah, keringat dingin membasahi dahinya. Dia langsung menarik Lia ke dalam pelukannya, memastikan wanita itu masih ada di sana."Kau gila, Lia," bisik Kael, suaranya parau. "Kau hampir saja terjebak di sini selamanya demi aku.""Aku memang gila, Kael. Dan kau harus terbiasa dengan itu," jawab Lia.Tiba-tiba, Lucian yang sedari tadi diam di belakang, melangkah maju. Matanya tidak lagi menatap peta, tapi menatap Inti Emas itu dengan tatapan lapar."Yang Mulia... jika Anda tidak menghancurkannya, berarti
Last Updated : 2026-01-12 Read more