"Sudah sampai, Pak," ujar Andy sambil menghentikan mobil tepat di depan lobi gedung. Dia segera turun untuk membukakan pintu bagi tuan muda itu.Begitu pintu terbuka, Jevan berkedip kaget sebelum senyuman lebar merekah di wajahnya. "Terima kasih, Om Sopir."Andy mengangguk dengan sopan. "Namaku Andy.""Oh, Om Andy. Oke, aku akan mengingatnya." Jevan melompat turun dari mobil, lalu menunggu Dimas. "Ini kantor Om Ganteng?""Ya," jawab Dimas dengan santai. "Gimana menurutmu?""Wah, keren sekali! Om Kenny pernah cerita tentang gedung biru di Kota Surya. Katanya gedung itu milik Kakek.""Kakek siapa?""Ayahnya Ayah Kelvin," jawab Jevan dengan santai. "Aku bisa ke sana kalau ada urusan penting dengan Om Kenny atau Ayah Kelvin. Tapi Kakek jarang ada di kantor. Dia sibuk ngurus Leo dan Nova."Jelas sekali, Jevan sering menghabiskan waktu bersama Keluarga Bunawan. Dimas tahu seharusnya dia tidak terkejut. Jevan memang selalu dekat dengan Kelvin. Meskipun begitu, tetap tidak mudah menerima kenya
Read more