Menjelang sore, setelah merapikan barang-barang mereka di resor, ketiganya berangkat menuju restoran Nihola yang tadi disebutkan Kelvin.Restoran Hoshi menyambut mereka dengan interior kayu yang hangat, lentera-lentera kertas yang memancarkan cahaya lembut, serta jendela-jendela kaca tinggi yang menghadap ke sebuah danau tenang yang membentang luas di bawah langit kota.Meski berada di tengah Kota Mega, area restoran yang luas menciptakan suasana bak oasis yang damai. Pesonanya begitu sulit untuk diabaikan."Wah!" Jevan ternganga kagum. "Ibu, lihat lentera-lenteranya! Ayah, aku kira danau yang Ayah ceritakan itu kecil, ternyata besar sekali!"Senyum Kelvin semakin lebar melihat kekaguman di wajah putranya. "Ayah sudah bilang, 'kan? Ayah tahu kamu pasti suka tempat ini.""Terima kasih sudah mengajak kami ke sini," kata Anisa sambil tersenyum tipis."Seandainya saja aku nggak perlu tinggalin kalian." Suara Kelvin merendah, terdengar santai dan penuh canda demi Jevan. "Aku jauh lebih ingi
閱讀更多