Jevan menganggukkan kepala dengan antusias. "Iya. Ibu jago memasak. Kami kadang-kadang makan ikan bakar dengan sambal tomat atau sup ikan yang rasanya luar biasa. Rasanya sama enaknya dengan makanan di restoran ini, Nenek."Dia menyendok sepotong daging kepiting lagi yang baru saja Dimas taruh di mangkuknya. "Oh, tapi yang paling aku suka adalah lasagna keju buatan Ibu. Ibu membuatnya khusus untukku."Jesika tersenyum lembut, meskipun ada rasa sakit samar-samar yang tumbuh di dadanya saat mendengar ucapan Jevan. "Ibumu pasti wanita yang luar biasa."Dengan rasa bangga yang tulus dan mata yang berbinar, Jevan menjawab, "Tentu saja. Aku suka semua masakan Ibu, bahkan nasi goreng sederhananya pun rasanya luar biasa. Ibu selalu bilang makanan terbaik adalah makanan yang dimasak dengan cinta. Nenek mau coba? Kalau mau, nanti aku minta Ibu buatkan agar Nenek bisa mencicipinya.""Nggak perlu, Sayang," kata Jesika sambil tersenyum manis sekaligus pahit, tetapi pikirannya sudah melayang kembali
Leer más