"Aku nggak menyangka kalian akan pergi secepat ini," kata Jesika dengan pelan. Ekspresinya terlihat sendu saat tatapannya tertuju pada Anisa, lalu beralih pada Jevan yang sedang mengobrol dengan Dimas tidak jauh dari sana."Tolong sering datang ke Kota Mega, Anisa," tambah Jesika dengan suara yang dipenuhi harapan yang tenang, seolah-olah takut permintaannya akan terlupakan begitu mereka berpisah.Anisa menggenggam tangan Jesika dengan lembut dan sentuhannya terasa hangat serta menenangkan. "Aku akan berusaha, Bu Jesika. Tolong jaga kesehatanmu.""Kamu nggak perlu khawatirkan aku, Anisa. Justru kamu yang harus lebih jaga dirimu," kata Jesika sambil mendengus dengan pelan.Setelah itu, seolah-olah ingin mengalihkan topik pembicaraan, Jesika bertanya, "Bu Riana sudah pergi?""Sudah. Dia dan Pak Daniel berangkat kemarin sore. Mereka mau minta maaf karena nggak sempat berpamitan secara langsung," jawab Anisa.Jesika terkekeh-kekeh kecil. "Nggak apa-apa, aku tahu mereka sibuk. Aku hanya har
Baca selengkapnya